Faktor Penunjang Untuk Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

on Jumat, 04 Oktober 2013
Bentuk tulisan : Deskriptif

Faktor Penunjang Untuk Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Agar mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan dan tulisan sebagai sarana pengungkapan gagasan ilmiah maka perlu adanya faktor faktor penunjang untuk menjadi pandai menulis yaitu sebagai berikut 1) Ragam bahasa 2) Ejaan 3) Diksi atau pilihan kata 4) Kalimat 5) Alinea & pengembangannya 6) Perencanaan penulisan karangan ilmiah 7) Kerangka Karangan 8) Kutipan & Catatan Kaki 9) Abstrak & Daftar Pustaka.

Dari kesembilan faktor tersebut kita dapat mempelajari tata cara dalam penulisan yang baik dan benar, seperti pada ragam bahasa yang terdiri dari ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis. Pada ragam bahasa lisan kita mempelajari tentang lafal dan pada ragam bahasa  tulis kita mempelajari tentang penulisan (ejaan). Pada ejaan kita mempelajari tentang penulisan huruf, penulisan kata, termasuk singkatan, akronim, dan lambang bilangan serta penggunaan tanda baca, tujuannya untuk membantu memperjelas komunikasi yang di sampaikan secara tertulis. Kemudian diksi, diksi adalah pilihan kata yg tepat dan selaras dalam penggunaannya, fungsinya untuk membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis. Sedangkan Kalimat, kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap.

Kemudian alinea atau biasa disebut paragraf, dalam menyusun suatu paragraf yang baik harus memperhatikan beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut antara lain adalah ide pokok yang akan dikemukakan harus jelas, semua kalimat yang mendukung paragraf itu secara bersama-sama mendukung satu ide, terdapat kekompakan hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lain yang membentuk alinea, dan kalimat harus tersusun secara efektif. Kemudian Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah, untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang baik, seorang penulis harus merencanakannya dengan matang. Beberapa langkah yang harus dilalui meliputi memilih topik, merumuskan tujuan penulisan, mengumpulkan bahan, dan menyusun kerangka. Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan ini dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju.

Kemudian kutipan, kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. Dan Catatan kaki adalah keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman buku. Selanjutnya adalah abstrak, abstrak adalah bagian yang menjelaskan pokok masalah secara singkat dalam pembahasan suatu karya ilmiah. Dalam sebuah abstrak, umumnya juga diterakan kata kunci dari karya ilmiah yang ditulis tersebut. Kemudian Daftar Pustaka, daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai hubungan dengan sebuah karya ilmiah. Tujuannya adalah agar pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam informasi yang ada dalam karya ilmiah tersebut dapat mencarinya dengan bantuan daftar pustaka.

Dengan faktor faktor penunjang tersebut diharapkan akan membantu kita dalam penulisan suatu karya dengan baik. Biasanya faktor faktor tersebut dapat dipelajari dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Terutama kita sebagai mahasiswa sangatlah penting untuk mempelajari hal tersebut tujuannya agar mahasiswa mampu menyusun sebuah karya ilmiah sederhana dalam bentuk dan isi yang baik dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan agar para mahasiswa dapat memanfaatkan keterampilan dalam berbahasa Indonesia untuk mengembangkan diri sepanjang hayat sehingga terampil dalam menyusun proposal penelitian, laporan penelitian, dan karya ilmiah yang lain, serta sanggup menyusun skripsi sebagai persyaratan mengikuti ujian sarjana.



0 komentar:

Posting Komentar