Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Bibliografi

on Kamis, 03 April 2014

Bibliografi

Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti penulisan buku.Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.

Unsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya
a. Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap
b. Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c. Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid buku dan tebal (jumlah halaman)  
buku tersebut.
d. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, atau surat kabar, tanggal dan    tahun.

Penyusunan Bibliografi
a. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b. Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
c. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

Jenis-Jenis Bibliografi
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi.

Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:

·           Bibliogrfi deskriptif:
Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak 
yang tertulis.

·           Bibliografi evaluatif: 
Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.

Cakupan Bibliografi
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:

·           Bibliografi retrospektif :
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. 
Misalnya “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro”

·           Bibliografi terkini/current :
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini.
Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory.

·           Bibliografi selektif
yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu.
Misalnya “Buku bacaan terpilih untuk anak usia pra sekolah”.

·           Bibliografi subjek :
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu. Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”.

·           Biliografi nasional :
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya “Bibliografi Nasional Indonesia”. Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan berdasarkan berbagai pertimbangan antara lain :
• Permintaan pengguna
• Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
• Dokumentasi koleksi yang dimiliki
• Mandat instansi

Bagian-bagian Bibliografi
Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :
Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan
Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi
Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada.
Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit
Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan.
Keterangan informasi, seperti kata kunci dan abstrak
Keterangan tambahan , seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number, perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya
Manfaat Bibliografi
Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya
Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya
Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat

Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan.
Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan
Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan
Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.

Contoh Bibliografi :

1. Buku sebagai sumber acuan
urutan penyebutannya adalah
-Nama Pengarang
-Tahun terbit
-Judul buku
-Tempat terbit
-Nama penerbit

Setiabudi, A.N. 1985. Cakrawala Nusantara. Jakarta : Gramedia. Depdikbud 1989. Kisah Penulisa Sebagai Pahlawan, Jakarta : Balai Pustaka.

2. Majalah sebagai sumber acuan
-Nama Pengarang
-Tahun terbit
-Judul artikel
-Nama majalah
-No majalah
-Bulan terbit
-Tempat terbit

Setiabudi, A.N. 1985. “Kisah Penulisa Sebagai Pahlawan” Insert Media, 12 (Desember IV). Jakarta

3. Surat Kabar sebagai acuan
-Nama Pengarang
-Tahun terbit
-Judul artikel
-Nama surat kabar
-Tanggal terbit
-Tempat terbit

Setiabudi, A.N. 1985. “Kisah Penulisa Sebagai Pahlawan” Poskota, 2 November 1988 . Jakarta.

4. Antologi Sebagai acuan
-Nama Pengarang
-Tahun terbit karangan
-Judul karangan
-Nama Editor
-Judul antologi
-Tempat terbit
-Nama penerbit

Setiabudi, A.N. 1985. “Kisah Penulisa Sebagai Pahlawan” Kasus Retorika Indonesia. dalam Kaswati Purwo (ed), perjuangan pejuang. Jakarta : Univ Gunadarma.

5. Internet sebagai sumber
Setiabudi, A.N. 1985. “Kereta maglev masa depan” Wikipedia (online), jilid 5,  No.4, (http://www.atmasetya.com, di akses 15 November 2001)

Catatan Kaki dan Kutipan

on Rabu, 19 Maret 2014

CATATAN KAKI DAN KUTIPAN

DEFINISI CATATAN KAKI DAN KUTIPAN
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

Kutipan merupakan pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari seorang pengarang atau seseorang yang sangat terkenal, baik terdapat dalam buku, surat kabar, majalah, atau media elektronika.

PERBEDAAN CATATAN KAKI DAN KUTIPAN
# Berdasarkan Tujuan
Tujuan Pembuatan Catatan Kaki
1.         Mengidentifikasikan orang yang membuat pernyataan tersebut (sebagai penghargaan terhadap orang lain).
2.         Mengidentifikasikan media komunikasi ilmiah tempat pernyataan itu dimuat atau disampaikan.
3.         Mengidentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut serta tempat dan waktu (jika tidak diterbitkan).
4.         Menyusun Pembuktian, dengan memberikan penjelasan lebih lanjut berupa butki – bukti kebenaran.

Tujuan Pembuatan Kutipan
1.         Sebagai landasan teori/penjelas/penguat untuk pendapat penulis.
2.         Menegaskan isi uraian atau membuktikan kebenaran yang diajukan oleh penulis berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh dari literatur, pendapat seseorang atau pakar, bahkan pengalaman empiris.

Kutipan dan catatan kaki memiliki fungsi penggunaan yang sama yaitu sebagai penunjang/pendukung pendapat/pernyataan penulis, namun kutipan hanya digunakan untuk memperkuat pendapat penulis melalui teori – teori yang sudah ada, sedangkan catatan kaki memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai suatu pernyataan orang lain yang digunakan yang diletakkan terpisah dari pendapat penulis. Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan diletakkan pada diakhir halaman karena tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks. Perbedaan lebih lanjut tentang kutipan dan catatan kaki dapat dilihat pada tabel berikut :

Keterangan
Kutipan
Catatan Kaki
Gambaran Umum
Memberikan referensi singkat teori/pendapat yang digunakan penulis
Memberikan referensi dan penjelasan lebih lanjut tentang teori/pendapat yang digunakan penulis
Unsur penulisan 
(umum)
(1) Nama belakang pengarang. 
(2) Tahun penerbitan
(3) Nomer halaman.
(1) Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma (.).
(2) Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi. 
(3) Nama atau nomor seri, kalau ada. 
(4) Data publikasi
(a) Jumlah jilid, kalau ada.
(b) Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis.
(c) Nama penerbit, diikuti koma di antara.
(e) Tahun penerbitan. tanda kurung.
5) Nomor jilid kalau perlu.
Letak penulisan
Keterangan kutipan diletakkan di setiap akhir kutipan
Catatan kaki dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan ( catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks dengan penomoran. Keterangan referensi diletakkan di bagian bawah (kaki) halaman atau pada akhir setiap bab dengan memberi batas garis.

CONTOH CATATAN KAKI
Cover Buku :
 




CONTOH KUTIPAN
Cover Buku :

Indonesia Butuh Pemimpin Yang Tegas

on Selasa, 07 Januari 2014
Indonesia Butuh Pemimpin Yang Tegas!!

Ya namanya juga pemimpin, berani memimpin ya berarti harus berani juga menanggung segala resiko yang ada. Pemimpin itu tidak seharusnya ‘bersembunyi’, melainkan harus berani menghadapi siapapun yang mengganggu dan mengancam kepentingan kelompok yang dipimpinnya. Sebelum dipilih hendaknya orang yang bakal jadi pemimpin itu harus siap dengan segala hal yang berhubungan dengan segala kepentingannya, kalau tidak siap mending tidak usah. Daripada setelah jadi pemimpin ada ketidakpuasan dari kelompoknya. Begitu juga bagi kita yang memilih sang pemimpin itu. Jangan asal pilih saja. Jangan memilih karena ‘bayaran’, jangan memilih karena ada ‘keterikatan’, tapi pilihlah berdasarkan kriteria pemimpin yang dibutuhkan, jangan sekedar memilih. Sayang suara kita sebagai pemilih kalau nantinya pemimpin yang terpilih tidak becus.

Segala peraturan-peraturan yang dibuat pemimpin pasti bertujuan agar bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang lebih baik lagi. Masalahnya apakah kita siap mentaati aturan yang ada?  karena jujur saja masih banyak hal yang membuat kita nyaman jika harus melanggar aturan padahal sebenarnya akan merugikan diri sendiri. Saya pernah membaca sepotong kalimat ”Jika anda menunjuk 1 jari terhadap seseorang karena keburukannya sebenarnya 4 jari yang lain kembali menunjuk kepada anda ” berarti jika kita melanggar 1 aturan maka 4 kali pula kita merasakan kerugian di waktu yang sama atau di lain waktu. Apalagi kondisi politik di Indonesia semakin tidak menentu, tetapi yakinlah jika di dalam hati ingin berubah dan melihat anak cucu kita nanti hidup bahagia mulailah berbuat yang terbaik untuk Bangsa dan Negara ini.

Intinya Pemimpin dan rakyat Indonesia ini harus saling berkerjasama dengan baik. Jangan ada yang dirugikan baik dipihak pemimpin ataupun rakyatnya. Ini semua demi Indonesia yang lebih baik. INDONESIA BISA!!