Catatan Kaki dan Kutipan

on Rabu, 19 Maret 2014

CATATAN KAKI DAN KUTIPAN

DEFINISI CATATAN KAKI DAN KUTIPAN
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

Kutipan merupakan pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari seorang pengarang atau seseorang yang sangat terkenal, baik terdapat dalam buku, surat kabar, majalah, atau media elektronika.

PERBEDAAN CATATAN KAKI DAN KUTIPAN
# Berdasarkan Tujuan
Tujuan Pembuatan Catatan Kaki
1.         Mengidentifikasikan orang yang membuat pernyataan tersebut (sebagai penghargaan terhadap orang lain).
2.         Mengidentifikasikan media komunikasi ilmiah tempat pernyataan itu dimuat atau disampaikan.
3.         Mengidentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut serta tempat dan waktu (jika tidak diterbitkan).
4.         Menyusun Pembuktian, dengan memberikan penjelasan lebih lanjut berupa butki – bukti kebenaran.

Tujuan Pembuatan Kutipan
1.         Sebagai landasan teori/penjelas/penguat untuk pendapat penulis.
2.         Menegaskan isi uraian atau membuktikan kebenaran yang diajukan oleh penulis berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh dari literatur, pendapat seseorang atau pakar, bahkan pengalaman empiris.

Kutipan dan catatan kaki memiliki fungsi penggunaan yang sama yaitu sebagai penunjang/pendukung pendapat/pernyataan penulis, namun kutipan hanya digunakan untuk memperkuat pendapat penulis melalui teori – teori yang sudah ada, sedangkan catatan kaki memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai suatu pernyataan orang lain yang digunakan yang diletakkan terpisah dari pendapat penulis. Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan diletakkan pada diakhir halaman karena tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks. Perbedaan lebih lanjut tentang kutipan dan catatan kaki dapat dilihat pada tabel berikut :

Keterangan
Kutipan
Catatan Kaki
Gambaran Umum
Memberikan referensi singkat teori/pendapat yang digunakan penulis
Memberikan referensi dan penjelasan lebih lanjut tentang teori/pendapat yang digunakan penulis
Unsur penulisan 
(umum)
(1) Nama belakang pengarang. 
(2) Tahun penerbitan
(3) Nomer halaman.
(1) Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma (.).
(2) Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi. 
(3) Nama atau nomor seri, kalau ada. 
(4) Data publikasi
(a) Jumlah jilid, kalau ada.
(b) Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis.
(c) Nama penerbit, diikuti koma di antara.
(e) Tahun penerbitan. tanda kurung.
5) Nomor jilid kalau perlu.
Letak penulisan
Keterangan kutipan diletakkan di setiap akhir kutipan
Catatan kaki dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan ( catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks dengan penomoran. Keterangan referensi diletakkan di bagian bawah (kaki) halaman atau pada akhir setiap bab dengan memberi batas garis.

CONTOH CATATAN KAKI
Cover Buku :
 




CONTOH KUTIPAN
Cover Buku :

Indonesia Butuh Pemimpin Yang Tegas

on Selasa, 07 Januari 2014
Indonesia Butuh Pemimpin Yang Tegas!!

Ya namanya juga pemimpin, berani memimpin ya berarti harus berani juga menanggung segala resiko yang ada. Pemimpin itu tidak seharusnya ‘bersembunyi’, melainkan harus berani menghadapi siapapun yang mengganggu dan mengancam kepentingan kelompok yang dipimpinnya. Sebelum dipilih hendaknya orang yang bakal jadi pemimpin itu harus siap dengan segala hal yang berhubungan dengan segala kepentingannya, kalau tidak siap mending tidak usah. Daripada setelah jadi pemimpin ada ketidakpuasan dari kelompoknya. Begitu juga bagi kita yang memilih sang pemimpin itu. Jangan asal pilih saja. Jangan memilih karena ‘bayaran’, jangan memilih karena ada ‘keterikatan’, tapi pilihlah berdasarkan kriteria pemimpin yang dibutuhkan, jangan sekedar memilih. Sayang suara kita sebagai pemilih kalau nantinya pemimpin yang terpilih tidak becus.

Segala peraturan-peraturan yang dibuat pemimpin pasti bertujuan agar bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang lebih baik lagi. Masalahnya apakah kita siap mentaati aturan yang ada?  karena jujur saja masih banyak hal yang membuat kita nyaman jika harus melanggar aturan padahal sebenarnya akan merugikan diri sendiri. Saya pernah membaca sepotong kalimat ”Jika anda menunjuk 1 jari terhadap seseorang karena keburukannya sebenarnya 4 jari yang lain kembali menunjuk kepada anda ” berarti jika kita melanggar 1 aturan maka 4 kali pula kita merasakan kerugian di waktu yang sama atau di lain waktu. Apalagi kondisi politik di Indonesia semakin tidak menentu, tetapi yakinlah jika di dalam hati ingin berubah dan melihat anak cucu kita nanti hidup bahagia mulailah berbuat yang terbaik untuk Bangsa dan Negara ini.

Intinya Pemimpin dan rakyat Indonesia ini harus saling berkerjasama dengan baik. Jangan ada yang dirugikan baik dipihak pemimpin ataupun rakyatnya. Ini semua demi Indonesia yang lebih baik. INDONESIA BISA!!

Teknologi Mendorong Sifat Individualisme

Teknologi Mendorong Sifat Individualisme

Tahukah anda selain membawa manfaat yang besar, Teknologi Informasi dan Komunikasi juga mempunyai pengaruh buruk yang besar terhadap perubahan sosial. Saat ini perangkat-perangkat teknologi yang paling banyak digunakan adalah :

1.            Komputer
2.            Handphone
3.            I-Pad
4.            MP4 player
5.            Game Console
6.            Media tontonan seperti Televisi dan Film

Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat tersebut tentu saja tergantung dari pemanfaatannya. Tetapi dalam mengikuti perkembangan jaman kita sebagai konsumen dari teknologi, banyak kontradiksi yang terjadi di dalam menjalankan kehidupan sosial yang disebabkan oleh kemajuan teknologi yang pada saat ini membuat kepentingan individu lebih tinggi dari kepentingan umum-nya. Dengan kata lain kemajuan teknologi membuat rasa sosial seseorang berkurang. Dan dampak dari kemajuan teknologi berpengaruh pada hubungan keluarga, sejawat serta lingkungan kehidupan keseharian yang mengakibatkan manusia secara individu terdorong untuk menutup diri dari lingkungan sekitar kehidupannya.

Dalam kemajuan teknologi rasa sosialisasi kita manusia semakin berkurang dan banyak menimbulkan rasa prasangka terhadap sesama, sehingga dalam pertumbuhan sosial manusia saat ini banyak terjadi perselisihan antara satu dengan yang lain-nya. Oleh karena itu pertumbuhan sosial sangat di pengaruhi oleh perkembangan teknologi yang menyebabkan adanya kemajuan dan kemunduran di dalamnya, sehingga mengarahkan pertumbuhan sosial pada saat ini untuk melakukan kehidupan secara individualistis dan lebih ke-efesiensi. Hal ini sangat jelas terasa dalam kehidupan pada saat ini, sehingga kemajuan teknologi memaksa terjadinya perubahan sosial dalam bidang pola hidup seseorang untuk menjadi seseorang yang kapitalisme dan menciptakan seseorang tumbuh dengan kepentingan pribadi lebih tinggi dari kepentingan umum.

Penggunaan Penulisan Catatan Kaki, Kutipan dan Daftar Pustaka

on Senin, 30 Desember 2013
Penggunaan Penulisan Catatan Kaki, Kutipan dan Daftar Pustaka


BAB 4
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
Catatan kaki, daftar pustaka dan kutipan merupakan satu kesatuan yang ada dalam bagan penulisan karangan atau karya ilmiah yang juga dijadikan sebagai kode etik dalam karangan ilmiah sehingga pembahasan serta informasi yang ada dalam buku karangan tersebut menjadi suatu bacaan informasi yang utuh dengan melibatkan banyak pendapat yang dikandungnya, dan juga pemikiran penulisan yang bertalian dalam pembahasannya.

Dari ketiga sumber referensi buku yang dibahas sebelumnya dapat disimpulkan bahwa buku yang paling baik adalah buku yang berjudul “Metode Survai” karena dibuku tersebut lengkap terdapat catatan kaki daftar pustaka dan kutipan. Dibandingkan dengan kedua buku yang lainnya karena kedua buku tersebut tidak ada catatan kakinya.

4.2 Saran
Dalam aturan penulisan, baik karya ilmiah atau karangan sebaiknya tercantum catatan kaki, daftar pustaka hingga kutipan yang dijadikan sebagai kode etik dalam penulisan karangan ilmiah dan juga untuk menghormati dan menghargai karya orang lain yang dimasukkan ke dalam suatu tulisan, serta berfungsi sebagai bukti atas validnya suatu informasi yang sumber-sumber bacaannya telah dipublikasikan ataupun belum dipublikasikan. Penggunaan EYD yang baik dan benar dalam penulisan juga harus diperhatikan karena dengan menggunakan bahasa yang baik dapat mempermudah dalam membaca tulisan sang penulis dan dapat mengikuti alur pikirannya.