Indonesia Butuh Pemimpin Yang Tegas

on Selasa, 07 Januari 2014
Indonesia Butuh Pemimpin Yang Tegas!!

Ya namanya juga pemimpin, berani memimpin ya berarti harus berani juga menanggung segala resiko yang ada. Pemimpin itu tidak seharusnya ‘bersembunyi’, melainkan harus berani menghadapi siapapun yang mengganggu dan mengancam kepentingan kelompok yang dipimpinnya. Sebelum dipilih hendaknya orang yang bakal jadi pemimpin itu harus siap dengan segala hal yang berhubungan dengan segala kepentingannya, kalau tidak siap mending tidak usah. Daripada setelah jadi pemimpin ada ketidakpuasan dari kelompoknya. Begitu juga bagi kita yang memilih sang pemimpin itu. Jangan asal pilih saja. Jangan memilih karena ‘bayaran’, jangan memilih karena ada ‘keterikatan’, tapi pilihlah berdasarkan kriteria pemimpin yang dibutuhkan, jangan sekedar memilih. Sayang suara kita sebagai pemilih kalau nantinya pemimpin yang terpilih tidak becus.

Segala peraturan-peraturan yang dibuat pemimpin pasti bertujuan agar bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang lebih baik lagi. Masalahnya apakah kita siap mentaati aturan yang ada?  karena jujur saja masih banyak hal yang membuat kita nyaman jika harus melanggar aturan padahal sebenarnya akan merugikan diri sendiri. Saya pernah membaca sepotong kalimat ”Jika anda menunjuk 1 jari terhadap seseorang karena keburukannya sebenarnya 4 jari yang lain kembali menunjuk kepada anda ” berarti jika kita melanggar 1 aturan maka 4 kali pula kita merasakan kerugian di waktu yang sama atau di lain waktu. Apalagi kondisi politik di Indonesia semakin tidak menentu, tetapi yakinlah jika di dalam hati ingin berubah dan melihat anak cucu kita nanti hidup bahagia mulailah berbuat yang terbaik untuk Bangsa dan Negara ini.

Intinya Pemimpin dan rakyat Indonesia ini harus saling berkerjasama dengan baik. Jangan ada yang dirugikan baik dipihak pemimpin ataupun rakyatnya. Ini semua demi Indonesia yang lebih baik. INDONESIA BISA!!

Teknologi Mendorong Sifat Individualisme

Teknologi Mendorong Sifat Individualisme

Tahukah anda selain membawa manfaat yang besar, Teknologi Informasi dan Komunikasi juga mempunyai pengaruh buruk yang besar terhadap perubahan sosial. Saat ini perangkat-perangkat teknologi yang paling banyak digunakan adalah :

1.            Komputer
2.            Handphone
3.            I-Pad
4.            MP4 player
5.            Game Console
6.            Media tontonan seperti Televisi dan Film

Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat tersebut tentu saja tergantung dari pemanfaatannya. Tetapi dalam mengikuti perkembangan jaman kita sebagai konsumen dari teknologi, banyak kontradiksi yang terjadi di dalam menjalankan kehidupan sosial yang disebabkan oleh kemajuan teknologi yang pada saat ini membuat kepentingan individu lebih tinggi dari kepentingan umum-nya. Dengan kata lain kemajuan teknologi membuat rasa sosial seseorang berkurang. Dan dampak dari kemajuan teknologi berpengaruh pada hubungan keluarga, sejawat serta lingkungan kehidupan keseharian yang mengakibatkan manusia secara individu terdorong untuk menutup diri dari lingkungan sekitar kehidupannya.

Dalam kemajuan teknologi rasa sosialisasi kita manusia semakin berkurang dan banyak menimbulkan rasa prasangka terhadap sesama, sehingga dalam pertumbuhan sosial manusia saat ini banyak terjadi perselisihan antara satu dengan yang lain-nya. Oleh karena itu pertumbuhan sosial sangat di pengaruhi oleh perkembangan teknologi yang menyebabkan adanya kemajuan dan kemunduran di dalamnya, sehingga mengarahkan pertumbuhan sosial pada saat ini untuk melakukan kehidupan secara individualistis dan lebih ke-efesiensi. Hal ini sangat jelas terasa dalam kehidupan pada saat ini, sehingga kemajuan teknologi memaksa terjadinya perubahan sosial dalam bidang pola hidup seseorang untuk menjadi seseorang yang kapitalisme dan menciptakan seseorang tumbuh dengan kepentingan pribadi lebih tinggi dari kepentingan umum.

Penggunaan Penulisan Catatan Kaki, Kutipan dan Daftar Pustaka

on Senin, 30 Desember 2013
Penggunaan Penulisan Catatan Kaki, Kutipan dan Daftar Pustaka


BAB 4
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
Catatan kaki, daftar pustaka dan kutipan merupakan satu kesatuan yang ada dalam bagan penulisan karangan atau karya ilmiah yang juga dijadikan sebagai kode etik dalam karangan ilmiah sehingga pembahasan serta informasi yang ada dalam buku karangan tersebut menjadi suatu bacaan informasi yang utuh dengan melibatkan banyak pendapat yang dikandungnya, dan juga pemikiran penulisan yang bertalian dalam pembahasannya.

Dari ketiga sumber referensi buku yang dibahas sebelumnya dapat disimpulkan bahwa buku yang paling baik adalah buku yang berjudul “Metode Survai” karena dibuku tersebut lengkap terdapat catatan kaki daftar pustaka dan kutipan. Dibandingkan dengan kedua buku yang lainnya karena kedua buku tersebut tidak ada catatan kakinya.

4.2 Saran
Dalam aturan penulisan, baik karya ilmiah atau karangan sebaiknya tercantum catatan kaki, daftar pustaka hingga kutipan yang dijadikan sebagai kode etik dalam penulisan karangan ilmiah dan juga untuk menghormati dan menghargai karya orang lain yang dimasukkan ke dalam suatu tulisan, serta berfungsi sebagai bukti atas validnya suatu informasi yang sumber-sumber bacaannya telah dipublikasikan ataupun belum dipublikasikan. Penggunaan EYD yang baik dan benar dalam penulisan juga harus diperhatikan karena dengan menggunakan bahasa yang baik dapat mempermudah dalam membaca tulisan sang penulis dan dapat mengikuti alur pikirannya.

HAMIL USIA TUA BERESIKO TINGGI

on Jumat, 04 Oktober 2013
HAMIL USIA TUA BERESIKO TINGGI

Pada masa kini banyak perempuan yang menunda pernikahannya demi mengejar karier dan ada juga yang sudah menikah namun menunda untuk memiliki anak. Tetapi ketika mereka ingin memiliki anak usianya tidak muda lagi, di atas 35 tahun atau bahkan 40 tahun. Rencana kehamilan pada usia lanjut ini perlu penanganan ekstra untuk kebaikan ibu dan janin.

Menurut Dokter Spesialis Kandungan, Didi Danukusumo, perempuan di atas usia 35 tahun telah mengalami penurunan kesuburan. Oleh karena itu perempuan hamil di usia tua memiliki risiko hipertensi, diabetes, persalinan dengan tindakan caesar, hingga kematian.  Sedangkan pada hasil kehamilannya juga terjadi peningkatan risiko keguguran, kelainan janin dan kematian hasil konsepsi atau lahir mati.  Risiko terkena down syndrome pada bayi juga mengalami peningkatan seiring dengan usia ibu saat hamil, semakin tua umur ibu hamil maka akan semakin tinggi risiko terkena down syndrome pada bayi yang akan dilahirkan.

Teknologi kedokteran terus berkembang agar kehamilan usia lanjut tetap aman dan melahirkan bayi yang sehat. Untuk menghindari cacat bawaan pada kehamilan yang berisiko tinggi maka perlu dilakukan prenatal diagnosis yaitu untuk mendiagnosis adanya kelainan pada janin baik cacat pembentukan, kelainan genetik, kromosom maupun kelainan metabolisme.

            USG merupakan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter untuk mengetahui keadaan bayi dalam kandungan. Oleh karena itu setiap ibu hamil yang akan melakukan pemeriksaan ke dokter sebaiknya melakukan pemeriksaan USG agar jika ada kelainan bisa langsung ditangani oleh dokter. Namun semua pemeriksaan itu belum 100 persen kebenarannya, karena ada beberapa cacat bawaan yang tidak terlihat walaupun dengan USG teknologi tertinggi sekalipun.

            Jika ditemukan kelainan dokter meberikan tiga pilihan, yakni terapi, digugurkan, dan dilahirkan segera dengan operasi caesar. Terapi dilakukan saat janin terkena infeksi toksoplasma yang menyebabkan hidrocephalus (kepala membesar). Tetapi ada juga kelainan yang tidak bisa diterapi, terutama kelainan kromosom atau genetik. Misalnya terlihat adanya down syndrome. Jika menemukan kelainan kromosom, dokter akan langsung memberikan dua opsi, digugurkan atau menunggu janin siap dilahirkan dengan risiko tidak normal.

            Oleh karena itu, usia yang ideal untuk melahirkan adalah pada usia 25 sampai 35 tahun. Sedangkan usia 35 sampai 45 tahun bukan lagi masa ideal untuk hamil dan melahirkan, tetapi apabila dilakukan dengan pengawasan seksama maka akan dapat menjalankan kelahirannya dengan aman. Pada usia 45 tahun keatas wanita hamil mengalami ancaman menurunnya fertilitas, meningkatkan risiko keguguran, dan risiko anak kelainan kromosom. Sedangkan kehamilan pada usia advanced harus disadari memerlukan penanganan ekstra untuk persiapan ibu melahirkan, karena akan berisiko hipertensi dalam kehamilan dan diabetes akibat hamil.

Sumber : WARTA KOTA, 21 April 2013
Penulis : Iis